Tampilkan postingan dengan label Story of Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story of Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Thankful




Syukur.
Mengungkapkan perasaan terima kasih pada Tuhan semesta alam atas yang Beliau berikan kepada kita.
Syukur.
Satu kata yang ringan, mudah diucapkan, tapi jarang dilakukan.
Syukur.
Karena kesibukan dunia, kita bahkan jarang menyebut nama-Nya.


 “Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu mengumumkan; “Niscaya jika kamu sekalian bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah (nikmat) kepada kamu sekalian, dan jika kamu sekalian kufur/mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya adzab-Ku sangat berat”. (QS. Ibrahim, ayat: 7).

Aku bersyukur mempunyai orang tua yang bahkan aku tidak mampu membalas jasa mereka.
Aku bersyukur lahir dari keluarga muslim yang tidak semua orang seperti itu.
Aku bersyukur dapat tidur dengan nyaman dan tenang di tempat yang sederhana.
Aku bersyukur dapat menuntut ilmu yang mungkin tidak semua bisa seberuntung aku.
Aku bersyukur belajar dan mendalami pendidikan agamaku.
Aku bersyukur diajar oleh guru-guru yang sangat luar biasa mengabdi.
Aku bersyukur masih dapat bernafas.
Aku bersyukur diberi kesehatan, kesempatan, dan harapan.
Aku bersyukur memiliki teman-teman yang tak mungkin diganti oleh apapun.
Aku bersyukur dapat mengenalmu.
Aku bersyukur atas hidupku.
Aku bersyukur untuk semua yang telah Engkau berikan kepadaku.
Aku bersyukur atas nikmat yang tak terkira, yang tak bisa aku hitung besarnya.

Terima kasih ya Tuhan.. Yang maha pengasih lagi maha pemurah

ps: Masih tidak mau bersyukur?

Minggu, 23 Desember 2012

Just Think About It!!



Diceritakan ada 2 orang kakak beradik. Sebelum ayah nya meninggal, ia berpesan dua hal :

1. Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai wajahmu terkena sinar matahari.

Waktu terus berjalan. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal, anak yang sulung bertambah kaya, sedangkan yang bungsu bertambah miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya, modalku susut karena orang yang berhutang kepada ku tidak membayar, sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya, saya harus naik angkutan umum. sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian, jadinya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak sulung yang bertambah kaya, ibunyapun menanyakan hal yang sama.

Jawab anak sulung :

Karena ayah berpesan supaya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, saya tidak memberikan pinjaman (hutang) kepada orang lain, sehingga modal tidak susut. Ayah juga berpesan agar jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Dengan demikian, saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko yang lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Dengan kebiasaan seperti itu, orang akhirnya tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimanakah dengan Anda ?

Kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah pesan di tanggapi dengan persepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positive-attitude, segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan menuju kesuksesan, tetapi kadang kita terhanyut dalam kesulitan karena rutinitas kita. Pilihan ada di tangan Anda.

inspired by Nenek Bilang "semangat"